Showing posts with label Ilmuan Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Ilmuan Indonesia. Show all posts

Wednesday, May 17, 2017

Alex Kawilarang Warouw Masengi

Suami dari Ixchel Peibie Mandagie MSi (juga dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Unsrat),
Gambar Alex Kawilarang Warouw Masengi
ini diilhami ikan terbang dalam menemukan teknologi perkapalan tersebut. Ikan itu dapat terbang jauh bagaikan pesawat udara yang melayang rendah di atas permukaan air laut.

Dia tertarik ketika mengamati bentuk tubuh dan sirip ikan terbang antoni (torani). Ikan itu dapat melayang di atas permukaan air laut. Tubuhnya terangkat melalui pergerakan sirip yang relatif panjang dan dorongan pergerakan tubuhnya sendiri.

Pakar teknik perkapalan perikanan, ini mengamati ikan antoni memiliki bentuk tubuh yang relatif unik, mulai dari kepala, badannya yang montok, pergelangan ekornya serta seluruh siripnya.

Bentuk tubuh dan sifat-sifat khas ikan antoni itulah yang ia terapkan ke dalam desain badan kapal ikan, berikut pemasangan sirip pada bagian lambung kapal. Hasilnya, tingkat kestabilan kapal ikan relatif menjadi lebih tinggi apabila dibandingkan dengan jenis kapal ikan lain.

Sejumlah pengkajian dan uji coba stabilitas kapal ikan yang menggunakan sirip ini sudah dilakukannya sejak 16 tahun terakhir. Pengkajian dan pengujian dilakukan di Laut Cina Timur, Teluk Ohmura Nagasaki, perairan Jepang Timur, Teluk Manado dan perairan di sekitar Kota Bitung. Hasilnya, stabilitas kapal ikan bersirip rata-rata melebihi kapal ikan biasa.

Selain itu, pengujian laboratorium juga dilakukan di beberapa laboratorium ternama, seperti Laboratorium kapal ikan di Fakultas Perikanan Hokkaido University, Japan Fisheries Engineering Laboratory, Faculty of Ship Building Soga University, Nagasaki.

Hasil pengujian stabilitas terhadap kapal ikan tipe sabani dari Okinawa dengan menggunakan sirip dalam kondisi statis meningkat 17 persen. Adapun saat kapal dalam kondisi dinamis atau bergerak, tingkat stabilitasnya naik menjadi 22 persen.

Metode yang sama, diujicobakan pula pada beberapa kapal ikan tipe pamo yang biasa digunakan para nelayan Sulawesi Utara, baik dalam ukuran nyata maupun dalam skala model. Dari hasil pengujian diperoleh hasil stabilitas kapal pamo dalam kondisi statis meningkat 19 persen dan dalam kondisi dinamis meningkat 28 persen.

Berdasarkan semua pembuktian itu, temuan teknologi kapal ikan bersirip yang desainnya didasarkan pada bentuk tubuh ikan antoni itu, Alex mematenkan atas namanya sendiri di Jepang.

Sebuah perusahaan galangan kapal di Jepang saat ini sedang bersiap memproduksi massal kapal-kapal ikan bersirip yang didasarkan pada model atau teknologi temuan Alex itu. Makanya, di Jepang namanya tercatat sebagai anggota konsultan pembuatan kapal Nagasaki Dream, dan konsultan pembuatan kapal layar Michinoku-Indonesia. Juga menjadi konsultan teknik pada Reedbed Technology, Liverpool, Inggris.

Alex secara rutin juga menjadi pembicara dan dosen tamu pada berbagai universitas di Jepang dan Perancis. Dia juga sering menyampaikan makalah ilmiah di berbagai universitas ternama di Jepang, Belanda, Inggris, dan Amerika Serikat.

Alex tumbuh di dalam keluarga petani. Ia dilahirkan dan dibesarkan dalam lingkungan pertanian di kaki Gunung (api) Lokon, Desa Kinilou, Tomohon, Sulawesi Utara. Ia akrab dengan pertanian palawija, hortikultura,serta budidaya tambak air tawar. Sehingga ahli kelautan ini tetap cinta alam pegunungan.

Rumahnya yang sederhana dikelilingi tambak atau telaga lengkap dengan budidaya ikan mas dan mujair. Di bagian depan rumah tampak beberapa rumpun pohon bambu yang ikut menambah semarak lingkungan rumahnya.

Ayah empat anak, yaitu Kesihi, Shinji, Etsuko dan Akira, ini bahkan memanfaatkan lokasi rumahnya di alam pegunungan yang sejuk sebagai tempat pertemuan para dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Ia sering menerima tamu di rumahnya yang dikelilingi tambak air tawar itu.

Alex menyelesaikan pendidikan sekolah dasar di Desa Kinilou pada tahun 1971, kemudian melanjutkan ke sekolah teknik pertama dan lulus tahun 1974. Selanjutnya ia meneruskan pendidikan di Sekolah Usaha Perikanan Menengah di Manado dan lulus pada 1977.

Setelah sempat bekerja di sebuah perusahaan perikanan, Alex melanjutkan pendidikannya ke Fakultas Perikanan Unsrat dan lulus tahun 1984. Ia mengikuti program master di Faculty of Fisheries Nagasaki University pada tahun 1990 dan meraih gelar doktor di The Graduate School of Marine Science and Engineering Nagasaki University, Jepang, tahun 1993.

Selain aktif dalam dunia pendidikan, Alex juga dikenal luas di Sulawesi Utara karena aktivitasnya di berbagai organisasi pemuda. Antara lain,dia tercatat sebagai Wakil Ketua Komisi Pemuda GMIM (Gereja Masehi Injili di
Minahasa), salah satu gereja terbesar di Kawasan Timur Indonesia. Ia juga menjadi anggota tim akademisi muda Unsrat yang aktif menjelaskan posisi, visi, dan misi Unsrat ke depan

Sumber: http://www.tokohindonesia.com/biografi/article/285-ensiklopedi/603-penemu-kapal-ikan-bersirip

Copyright © tokohindonesia.com

Ir. Adi Rahman Adiwoso M.Sc(Penemuan Sistem Telekomunikasi)

Gambar Ir. Adi Rahman Adiwoso M.ScIr. Adi Rahman Adiwoso M.Sc (lahir di Yogyakarta, 26 Juli 1953; umur 63 tahun) adalah ilmuwan
dan penemu berkebangsaan Indonesia di bidang aeronautika. Mengenyam pendidikan tinggi di Bachelor of Science dari Universitas Purdue, Amerika Serikat (1975) dan Master of Science Bidang Aeronautika dan Astronautika, Institut Teknologi California, Amerika Serikat. Ia magang di bagian perakitan satelit Hughes Aircraft, salah satu kontraktor pertahanan internasional terbesar yang basisnya ada di California. Setelah 8 tahun bekerja Adi pulang ke tanah kelahirannya, Yogyakarta. Berbekal keahliannya dia lantas menghasilkan teknologi sekaligus produk baru yang belum pernah ada di pasaran dunia. Teknologi ini memungkinkan komunikasi handphone mampu dilakukan di mana saja. Meski jaringan kabel belum menjangkau dan telepon seluler kehilangan sinyal, sistem telekomunikasi temuan ini tetap bisa.

Penemuan Sistem Telekomunikasi

Alat telekomunikasi bebas blank spot dan hemat tempat ini dimungkinkan berkat ide memasang satelit telekomunikasi di orbit geostationer. Di lintasan imajiner yang letaknya 36.000 km di atas permukaan bumi itulah, Adi menempatkan satelit Garuda 1. Satelit gagasannya itu berbobot 4,5 ton yang dilengkapi dua antena payung kembar selebar 12 meter dan mampu menjangkau sepertiga kawasan dunia. Karena ukurannya cukup besar, intensitas pancaran sinyalnya juga cukup besar.

Peluncuran satelit sipil terbesar di dunia pada Februari 2000 itu mengejutkan operator telepon satelit dunia. Karena seluruh satelit telekomunikasi dunia diluncurkan di orbit rendah (600 – 1.000 km) dan menengah (7.000 – 10.000 km). Daya jangkau satelit-satelit itu terbatas. Agar dapat meliput satu belahan dunia butuh sekitar 60 satelit berorbit rendah atau 12 satelit berorbit menengah. Kelemahan lain pengoperasian sistem telekomunikasi satelit pada telepon bergerak ketika itu adalah pesawatnya yang tidak praktis. Perangkat telepon bergerak yang bisa digunakan untuk berkomunikasi via satelit ukurannya besar, sebesar ransel. Untuk mengoperasikannya juga perlu stasiun bumi, berupa antena parabola berdiameter satu meter. Terobosan yang dilakukan Adi tak hanya memperluas cakupan satelit, juga memperkecil dimensi pesawat telepon bergerak berbasis satelit ini. Dengan daya pancar 10 kw, sinyal Garuda 1 bisa diterima dengan pesawat telepon genggam yang sekaligus merupakan stasiun bumi. Jaringan telepon satelit itu diberi nama Byru.

Cara kerja telepon ini sangat bergantung pada Garuda 1, yang dikendalikan fasilitas pengontrol satelit di pulau Batam. Dikota itu juga dibangun pusat kendali jaringan (network control center – NCC), yakni pengatur arus percakapan dengan panel pengaturnya. Garuda 1 mampu melayani 22.000 pembicaraan pada saat bersamaan. Selain itu, dibangun pula sebuah pintu gerbang (gateway) yang berfungsi sebagai operator lokal. Dengan Byru, pelanggan bisa menghubungi sesama telepon satelit, ke telepon GSM serta ke telepon rumah. Tiap permintaan sambungan akan dilakukan melalui satelit. Permintaan itu dianalisis oleh NCC Batam, untuk menentukan identitas penelepon dan menentukan gateway mana yang cocok dengan tujuan panggilan. Setelah itu, permintaan sambungan akan diteruskan ke telepon tujuan. Pembicaraan pun berlangsung. Semua proses itu berjalan sangat cepat, hanya dalam hitungan detik.

Untuk mewujudkan gagasan itu, Adi memang tak melakukannya sendirian. Meskipun Garuda 1 dibuat oleh Hughes Aircraft (di mana Adi pernah bekerja), Amerika Serikat dan R190 dibuat Ericsson, Swedia, rancangannya dibuat sendiri oleh Adi dan timnya di PT. Pasifik Satelit Nusantara (PSN), yang didirikan Adi dan Iskandar Alisjahbana pada tahun 1991. Bersama guru besar dan mantan Rektor ITB itulah, lahir Byru dan Pasti – merek dagang sistem telepon satelit buatan PSN. Tanpa keberanian memasarkan sendiri, bisa jadi temuan telepon satelit geostationer itu cuma jadi prototipe di laboratorium. Atau mmenjadi barang milik perusahaan asing yang mampu memodali temuan tersebut. Dengan perangkat telekomunikasi PSN ini, Byru, Pasti (Pasang Telepon Sendiri) dan jasa internet Bina (Balai Informasi Nusantara), penduduk-penduduk daerah yang tak terjangkau jaringan telepon kabel dan nirkabel lainnya tetap bisa bertelepon dan menjelajah informasi lewat internet. Pada akhir tahun 2003, PSM mengklaim telah membebaskan 2.975 desa di 40 kabupaten di Indonesia dari isolasi telekomunikasi dengan perangkatnya yang berbasis satelit.

Tuesday, January 10, 2017

Daniel Murdiyarso (CIFOR).

Fhoto Daniel Murdiyarso Daniel Murdiyarso
Informasi Pribadi :
Lahir: 10 September 1955 Cepu
Tempat tinggal: Indonesia
Kewarganegaraan: Indonesia
Pekerjaan: Ilmuwan

Daniel Murdiyarso adalah seorang  Peneliti lingkungan dan penerima penghargaan Achmad Bakrie tahun 2010, lahir di Cepu, 10 September 1955. Ia merupakan ilmuwan Indonesia di bidang ilmu alam. Guru Besar Ilmu Atmosfir di Jurusan Geofisika FMIPA Institut Pertanian Bogor ini banyak mencurahkan perhatiannya dalam pendidikan dan penelitian di bidang emisi gas rumah kaca (GRK) dan perubahan iklim dalam kaitannya dengan alih-guna lahan, khususnya akibat deforestasi yang diikuti oleh pengembangan lahan pertanian. Sekarang dia adalah Peneliti Senior di Center for International Forestry Research (CIFOR).

Kerja ilmiah Daniel Murdiyarso berkisar pada penggunaan lahan, kehutanan, dan perubahan iklim. Riset ini mengubah persepsi pengambil keputusan mengenai kaitan antara penggunaan lahan, pengelolaan hutan dan perubahan iklim dunia akibat ulah manusia.

Pendidikan dan karir

Gelar Sarjana Kehutanan dan Master Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan dari IPB diraihnya masing-masing pada 1977 dan 1979, sedang gelar PhD untuk bidang meteorologi dari University of Reading, Inggris pada 1985. Pengalaman memimpin lembaga internasional yang bergerak di bidang pengembangan kapasitas tentang perubahan lingkungan global, Global Change Impact Center for Southeast Asia (IC-SEA) memberinya kesempatan untuk membuka dan menggiatkan dialog antar-pakar dan pengambil kebijakan mengenai isu di atas. Dia pun pernah mendapat kesempatan mengabdi sebagai Deputi Menteri Negara Lingkungan Hidup (2000-2002). Anggota Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia ini pernah menjadi Penasihat Wetlands International dalam kajian lahan gambut dan perubahan iklim; penasihat Bank Dunia untuk pengembangan BioCarbon Fund dan Forest Carbon Partnership Facility. Selain menuliskan berbagai monograf, laporan teknis, opini, dan karya untuk peer-reviewed journals, ia juga telah menghasilkan buku seperti Sepuluh Tahun Perjalanan Negosiasi Konvensi Perubahan Iklim (2003), CDM: Mekanisme Pembangunan Bersih (2003), Protokol Tokyo: Implikasinya Bagi Negara Berkembang (2003). Daniel merupakan salah satu penerima Achmad Bakrie Award tahun 2010.

Anggota Tim Peraih Nobel 2007

Pada 10 Desember 2007 di Balai Kota Oslo, Norwegia mantan Wakil Presiden Amerika Serikat, Albert Arnold Gore Jr alias Al Gore dan Ketua Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) atau Panel Antar pemerintah tentang Perubahan Iklim, Rajendra Pachauri meraih penghargaan Nobel Perdamaian.

Anugerah prestisius untuk IPCC tidak lepas dari peran Daniel Murdiyarso, peneliti senior di Center for International Forestry Research (CIFOR) Bogor. Ia punya peran penting, meneliti Assessment Report IV (AR4) 2007 – yang mengarah kepada Nobel. Seperti dimuat situs CIFOR, Daniel melihat Nobel sebagai momentum membangkitkan kepedulian masyarakat terkait isu pemanasan global. Juga menjadi inspirasi bagi orang untuk tak hanya diam, tapi berbuat sesuatu. Pemanasan global memang terjadi sejak zaman purba, secara gradual. Bumi membutuhkan suhu lebih panas agar bisa dihuni mahluk hidup. Permasalahannya, pasca revolusi industri, emisi gas yang dilepaskan ke atmosfer lebih besar dan pemanasan bumi meningkat.

Sumber: Wikipedia

Wednesday, April 6, 2016

Daftar Nama Ilmuwan Indonesia

Gambar Glass
Mungkin kita sering melihat dan mempelajari segala sesuatu yang berhubungan dengan ilmuwan berasal dari luar negeri atau barat. Namun sesungguhnya orang Indonesiapun sudah banyak yang menjadi ilmuwan terkenal yang menghasilkan penemuan yang menakjubkan. Di bawah ini Saya cantumkan daftar para ilmuwan dan para penemu yang telah berjasa untuk manusia.

Keterangan: Ketuk nama Ilmuwan untuk mengetahui biografi, biodata serta penemuannya.

  • Adi Rahman Adiwoso - Penemu Teknologi Baru dalam Telepon Bergerak Berbasis Satelit
  • Alex Kawilarang Warouw Masengi - penemu kapal ikan bersirip 
  • Ali Zum Mashar - Penemu Mikroba Penyubur Tanah
  • Andreas Barus (ahli nuklir dunia), 
  • Arief Mulyana Djumra (penemu pemacu produktifitas udang), 
  • Andrias Wiji Setio Pamuji - Penemu Reaktor Biogas 
  • Azhari Sastranegara (ilmuwan Jepang), 
  • Bambang Widiatmoko (ilmuwan laser OFCG Jepang, 30 hak paten), 
  • BJ. Habibie. Prof. (mantan Presiden RI, ilmuwan 46 paten), 
  • Daniel Murdiyarso (ilmuwan CIFOR),  
  • Dani Hilman (penemu indikator alam terhadap gempa), 
  • Dasep Ahmadi (ilmuwan mobil), 
  • Djoko Sungkono. Prof.  (penemu alat hemat BBM), 
  • Djuanda Suraatmadja (Penemu Beton Polimer Ramah Lingkungan ), 
  • Eko Supriyanto. Prof.  (Dekan UTM Malaysia, 14 hak paten biomedis), 
  • Evvy Kartini (Penemu Penghantar Listrik Berbahan Gelas)
  • Fajar Budiprasetyo (pencipta game di Facebook), 
  • Fuad Affandi. KH. (penemu pupuk MFA), 
  • GA. Siwabessy (ahli nuklir),
  • Gunawan Indrayanto (87 riset farmasi),
  • Harry Sutjahyo - Fisikawan Partikel Elementer
  • Haryo Sumowidagdo (ilmuwan CERN Swiss),
  • Herawati Sudoyo (ilmuwan DNA Eijkman), 
  • Hokky Situngkir (ilmuwan fisika), - Penemu Metode Motif Batik Fraktal
  • I Gede Ngurah Widiana (penemu formula minyak oles), 
  • I Made Budi (penemu formula buah merah).
  • Ika Dewi Ana - Penemu Serbuk Penambal Tulang dan Gigi "Gama-CHA"
  • Irwandi Jaswir (ilmuwan pangan terbaik WHRS), 
  • Joe Hin Tjio (ilmuwan penemu 23 kromosom), 
  • Johny Setiawan (penemu planet baru HIP 13044b), 
  • Jose Rizal (dokter dunia), 
  • Irawan Satriotomo (ilmuwan neurosains University Wisconsin AS), 
  • Kaharuddin Djenod (arsitek 350 kapal Jepang), 
  • Khoirul Anwar. Prof.  (ilmuwan 2 paten 4G OFDM NAIST Jepang), 
  • Lindarti Purwaningsih (ilmuwan Max Planck Jerman), 
  • Linus Nara Pradhana - Penemu Helm Berpendingin 
  • M. Arief Budiman (ilmuwan genetika Orion Genomics AS), 
  • Michael Iskandar (ilmuwan otomotif, penemu mesin Bing Bang), 
  • M. Reza (ilmuwan ABB Swedia). 
  • Mulyoto Pangestu (penemu teknik sperma beku), 
  • Mumu Sutisna (penemu hormon penyubur padi).
  • M. Warsianto (ilmuwan pencipta rokok A Mild-Star Mild-Clas Mild), 
  • Nurul Taufiqu - Pakar Nanoteknologi Indonesia
  • Pantur Silaban (ilmuwan fisika terbaik),
  • Rahmiana Zein (penemu Krematografi tercepat di dunia), 
  • Ratno Nuryadi (penemu Nanoscope), 
  • Ruby Alamsyah (ahli teknologi komputer), 
  • Ricky Elson (ilmuwan otomotif, 14 paten dunia),
  • Robert Manurung (penemu minyak jarak murni).
  • Sedyatmo (penemu pondasi cakar ayam), 
  • Septinus George Saa (ilmuwan fisika AS), 
  • Sutiman Bambang (penemu filter rokok sehat), 
  • Sutjipto (penemu pondasi gempa), 
  • Taruna Ikrar (ilmuwan otak AS), 
  • Tetuko Sri Sumantyo (penemu radar satelit bumi di 118 negara), 
  • Tjandramukti (ilmuwan mixed farming, penemu varietas kedelai baru), 
  • Tjokorda Sukawati (penemu Sosrobahu), 
  • Umar Saputra (penemu nutrisi Saputra), 
  • Warsito Taruno (penemu ECVT 4D NASA dan alat terapi kanker), 
  • Yaya Rukayadi (ilmuwan Yonsei University), 
  • Yudi Utomo (Dirut Batantek, penemu kontainer nuklir)
  • Yogi Erlangga (ilmuwan rumus Helhmholtz), 
  • Yohannes Surya (ilmuwan fisika). 
  • Zahlul Badaruddin (penemu Zahlul Integrated Unit), 
  • Zamrisyaf (ilmuwan penemu listrik laut),